Aku mempunyai seorg sahabat sejak SMP.
Aku menyayanginya dan keluarganya seperti keluargaku sendiri.
Perbedaan sifat kami yang 180 derajat mungkin yang membuat persahabatan kami kekal abadi. Bukankah perbedaan itu indah?
Ak bersahabat tdk hanya dengan dia tapi juga orangtuanya beserta adiknya. Tetangganya bilang mukaku mirip ma adiknya, bahkan jika ak nginep di rumahnya mgkn orang akan menyangka aku memang bagian dari keluarganya. Sifat aku dan adiknya pun hampir mirip, bagaikan pinang tak berbelah dalam urusan pria
Sampai kemarin sahabatku itu memberitahu aku bahwa adiknya sedang sakit. Ada benjolan kecil di dada sebelah kirinya, akupun spontan berkata “udah diperiksa lom?”. Sahabatku itu hanya menjawab kalau adiknya ga mau.
Keesokannya, ak pun berbicara dari hati ke hati dengan adiknya. Bertanya kepadanya kenapa ga mau diperiksa.
Dia cuma jawab:”aku takut, mbak. Daripada ak tau dan ternyata hasilnya menyakitkan”.
Ak pun beradu argumen dengannya,”Lebih baik tahu dan menyakitkan daripada kamu tidak tahu lantas lambat laun penyakit itu menggerogotimu dan bahkan kamu tidak punya kesempatan utk memperjuangkan hidupmu. At least, u’ve tried”.
“Mbak….aku ga mau merepotkan. Taruhlah ak mau diperiksa benjolan ini apa, lantas ternyata ini tumor ganas atau apalah. Memang ak punya uang utk mengoperasinya, memang mereka punya uang?Udahlah, ak gpp”
Aku terdiam..aku tahu mereka bukanlah keluarga yang wah. Mereka hanyalah keluarga sederhana yang baik dan hangat. Dan aku ga nyangka adik sahabatku itu dibalik sifat cuek, easygoing menyimpan rasa peduli terhadap keluarganya. She’s just like me.Alasannya tidak mau diperiksa bukan hanya karena ketakutan tp perasaan enggan merepotkan keluarganya. Dia tahu bahwa beban yang ditanggung keluarganya cukup berat. Uang adalah benda yang langka bagi dia dan keluarganya.
Dalam hati aku menangis, aku ga tau mesti blg apa. Seandainya aku bisa bantu. Bahkan mamaku yang mengidap penyakit ginjal pun aku lom bisa membantu sepenuhnya dalam hal pengobatan.
Aku cuma bisa berdoa bahwa benjolan tsb hanyalah benjolan biasa saja. Jangan berikan cobaan yang lebih pada gadis mungil yang sudah aku anggap seperti adik aku sendiri. Ak cuma bs berdoa semoga Allah selalu menjaga semua org yang aku sayang.
Ah..seandainya di dunia ini semua tidak diukur dengan uang